Bupati Sambas Satono Ajak Warga Bumikan Pancasila, Targetkan Daerah Berkemajuan Lewat Gotong Royong

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:42:01 WIB
Bupati Sambas Satono mengajak warga membumikan Pancasila mulai dari keluarga dan lingkungan RT/RW.

SAMBAS — Bupati Sambas, Satono, menekankan bahwa pembumian Pancasila harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, seperti keluarga dan lingkungan RT/RW. Ia menilai pemahaman dan pengamalan Pancasila belakangan ini mulai tergerus oleh arus informasi dan pergeseran nilai sosial. Oleh karena itu, diperlukan gerakan kolektif untuk mengembalikan Pancasila sebagai kompas moral dan sosial warga.

Mengapa Pembumian Pancasila Mendesak Dilakukan di Sambas?

Menurut Satono, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga dari ketahanan ideologi warganya. Ia mengkhawatirkan jika nilai-nilai luhur bangsa tidak dirawat, maka akan mudah terkikis oleh paham radikalisme dan intoleransi. "Pancasila adalah rumah kita bersama. Jika rumah ini kokoh, maka kita semua akan merasa aman dan nyaman untuk membangun," ujar Satono dalam keterangannya.

Bupati dua periode ini juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda dalam menyebarkan semangat Pancasila. Mereka dinilai sebagai agen perubahan yang mampu menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Forum-forus rembug warga dan kegiatan keagamaan disebut sebagai momentum tepat untuk menanamkan nilai kebangsaan.

Apa Dampak Nyata bagi Warga Sambas?

Satono optimistis, jika Pancasila benar-benar dihayati, maka akan lahir masyarakat yang lebih toleran, gotong royong, dan peduli terhadap lingkungan. Dampak jangka panjangnya adalah stabilitas sosial yang terjaga, yang pada akhirnya akan menarik investasi dan mempercepat pembangunan ekonomi daerah. "Daerah yang aman dan warganya bersatu pasti akan lebih cepat maju," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sambas pun berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam program-program pembangunan, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi. Satono meminta seluruh perangkat daerah untuk menjadi teladan dalam mengamalkan sila-sila Pancasila dalam pelayanan publik sehari-hari.

Bagaimana Warga Bisa Berpartisipasi?

Warga diajak untuk aktif dalam kegiatan musyawarah desa, gotong royong membersihkan lingkungan, serta saling menghormati perbedaan suku dan agama. Bupati Satono menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bisa dicapai sendirian, melainkan harus melalui kerja sama semua pihak. "Mari kita buktikan bahwa Pancasila bukan hanya simbol, tetapi napas kita dalam membangun Sambas yang lebih baik," pungkasnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: pontianak.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top