Apple Watch 2027 Dikabarkan Bakal Lebih Irit Baterai Berkat Layar OLED Generasi Baru

Penulis: Luqman Arif  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 18:28:32 WIB
Apple Watch 2027 diperkirakan menggunakan teknologi layar OLED HMO yang lebih hemat baterai.

KALIMANTAN BARAT — Apple dikabarkan tengah menjajaki penggunaan teknologi layar OLED yang lebih efisien untuk generasi Apple Watch mendatang. Sebuah laporan dari publikasi Korea Selatan, The Elec, menyebutkan bahwa LG Display sedang mengembangkan teknologi bernama HMO, atau high-mobility oxide, sebagai calon pengganti LTPO yang sudah ada saat ini.

Apa Itu Teknologi HMO dan Bedanya dengan LTPO?

Secara sederhana, HMO adalah teknologi lapisan belakang (backplane) untuk panel OLED yang dirancang untuk menggerakkan piksel dengan lebih efisien. Komponen kunci di sini adalah TFT (thin-film transistor), yang bertugas mengatur aliran listrik ke setiap piksel. Teknologi LTPO yang dipakai saat ini di iPhone dan Apple Watch sudah memungkinkan fitur seperti always-on display dan refresh rate variabel.

Keunggulan utama HMO ada pada mobilitas elektronnya—seberapa cepat elektron bergerak melalui material transistor. Laporan The Elec menyebutkan, TFT oksida yang diproduksi massal saat ini umumnya memiliki mobilitas di bawah 10 cm²/Vs. Sebagai perbandingan, industri menargetkan angka 30 hingga 50 cm²/Vs untuk produk OLED generasi berikutnya. Semakin tinggi mobilitasnya, semakin rendah daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan kecerahan yang sama. Ini berarti potensi penghematan baterai yang signifikan pada jam tangan pintar yang ukurannya mungil.

Dua Pendekatan Berbeda: LG vs Samsung Display

Menariknya, dua pemasok panel utama Apple mengambil jalur yang berbeda. LG Display dilaporkan menggunakan proses sputtering untuk memproduksi HMO, sebuah metode yang dinilai lebih mudah diintegrasikan ke lini produksi yang sudah ada. Sementara itu, Samsung Display dikabarkan mengejar pendekatan lain dengan menggunakan atomic layer deposition (ALD). ALD adalah proses yang lebih lambat karena menempatkan lapisan material setipis atom satu per satu, tetapi berpotensi menghasilkan lapisan transistor oksida yang lebih terkontrol.

Ini menunjukkan persaingan ketat di antara pemasok untuk memenangkan hati Apple. Jika teknologi LG Display lebih dulu matang, bukan tidak mungkin Apple Watch 2027 menjadi produk pertama yang menggunakannya. Pola ini sudah biasa dilakukan Apple: menguji coba teknologi layar baru di Apple Watch yang volumenya lebih kecil sebelum akhirnya diterapkan ke iPhone yang diproduksi dalam jumlah jauh lebih besar.

Kapan Bisa Digunakan dan Apa Dampaknya?

Meski kabar ini menjanjikan, masih ada beberapa tapi. Laporan menekankan bahwa LG Display masih perlu memvalidasi teknologi HMO untuk produksi massal. Beberapa aspek yang harus diverifikasi meliputi mobilitas, keseragaman, keandalan, suhu proses, dan yield (tingkat keberhasilan produksi). Artinya, adopsi komersial belum sepenuhnya terjamin dan bisa saja tertunda jika hasil pengujian tidak memuaskan.

Terlepas dari itu, rumor mengenai desain Apple Watch juga patut dicermati. Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan tidak akan ada perubahan desain besar pada jajaran Apple Watch tahun ini, dan kemungkinan redesign baru akan hadir pada 2028. Namun, adopsi teknologi layar baru yang lebih hemat daya pada 2027 tidak bertentangan dengan rumor tersebut. Apple bisa saja menyematkan layar baru ke dalam bodi yang sama, memberikan peningkatan baterai yang signifikan tanpa perlu mengubah tampilan fisik jam tangan.

Bagi pengguna yang sangat bergantung pada fitur always-on display atau sering melacak olahraga, peningkatan efisiensi layar ini jelas kabar baik. Ini bisa berarti Apple Watch mampu bertahan lebih dari satu hari penuh dengan penggunaan berat, yang selama ini menjadi salah satu keluhan utama.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top