KALIMANTAN BARAT — Angka registrasi Tesla di Perancis mencapai 5.446 unit pada Mei 2026, melesat 655% secara year-on-year. Pasar yang sama setahun lalu menjadi lokasi protes besar-besaran dengan patung Musk diarak massa. Kenaikan serupa terjadi di Denmark (136% menjadi 11.750 unit), Spanyol (113% menjadi 1.690 unit), Portugal (349% menjadi 1.463 unit), dan Swedia (71% menjadi 858 unit). Satu-satunya pasar yang menurun adalah Italia, minus 23,5% menjadi 654 unit, meski secara kumulatif Januari-Mei masih tumbuh 15%.
Data dari Reuters menunjukkan pasar mobil listrik di Eropa secara keseluruhan tumbuh sekitar 21% pada April 2026, didorong subsidi, kebijakan pemerintah, dan harga BBM yang tinggi. Rico Luman, ekonom senior ING Research, menyebut pertumbuhan pasar total menjadi faktor utama yang mengerek penjualan Tesla.
"Pangsa pasar Tesla mungkin tergerus, tapi volume penjualannya terdongkrak oleh pertumbuhan pasar mobil listrik murni yang signifikan, terutama di Skandinavia dan efek catch-up di negara seperti Spanyol," ujar Luman. Analis TP ICAP Midcap, Julien Thomas, menambahkan bahwa strategi harga agresif dan kemampuan manufaktur superior Tesla menjadi senjata utama di pasar yang semakin ketat.
Pada 2025, Tesla kehilangan hampir setengah pangsa pasarnya di Eropa. Selain persaingan dari merek China dan minimnya model baru, faktor paling dominan adalah reaksi konsumen terhadap keterlibatan politik Musk yang condong ke sayap kanan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Musk disebut lebih tenang secara politis, terutama setelah keluar dari posisinya di pemerintahan Trump.
Fenomena ini menunjukkan bahwa rata-rata konsumen Eropa ternyata memiliki ingatan yang sama pendeknya dengan konsumen di pasar lain. "Saya pikir orang Eropa akan mengingat kebencian mereka terhadap Musk lebih lama. Ternyata tidak," tulis sumber artikel asli. Kini, konsumen seolah memilih untuk kembali pada faktor harga dan ketersediaan produk.
Di sisi lain, pemogokan pekerja United Auto Workers (UAW) di pabrik American Axle di Three Rivers, Michigan, sejak Senin (1/6) mulai mengancam produksi truk General Motors. Pasokan axle untuk Chevy Silverado dan GMC Sierra diprediksi hanya cukup untuk dua minggu ke depan. Serikat pekerja menuntut kenaikan upah setelah gaji puncak turun dari US$29 per jam pada 2008 menjadi hanya US$22 per jam saat ini, sementara CEO Dauch Corp menerima paket kompensasi US$11,5 juta pada 2025.