PONTIANAK — Operasi Patuh Kapuas 2026 yang akan digelar jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak tidak sekadar mengandalkan razia rutin. Polisi telah merancang pendekatan berbeda untuk menekan angka kecelakaan yang menjadikan Pontianak sebagai penyumbang tertinggi di Kalbar.
Kepadatan lalu lintas dan perilaku pengendara menjadi faktor utama. Sebagai pusat kota, Pontianak memiliki volume kendaraan yang jauh lebih besar dibandingkan daerah lain di Kalbar. Persimpangan tanpa lampu lalu lintas dan pelanggaran marka kerap memicu insiden.
Dalam Operasi Patuh Kapuas 2026, polisi tidak hanya menindak pengendara yang melanggar aturan. Satlantas Polresta Pontianak akan memperkuat patroli di titik-titik rawan kecelakaan dan memperbanyak sosialisasi langsung ke komunitas pengendara ojek online serta sopir angkutan umum.
“Kami akan menyasar pelanggaran yang paling sering menyebabkan fatalitas, seperti tidak memakai helm, melawan arus, dan menggunakan ponsel saat berkendara,” ujar Kasatlantas Polresta Pontianak dalam keterangan resmi.
Data menunjukkan bahwa kelompok usia produktif, terutama pelajar dan pekerja muda, mendominasi angka kecelakaan. Polisi akan menggencarkan edukasi di sekolah-sekolah dan kawasan industri. Operasi juga akan menyasar jam sibuk pagi dan sore hari.
Operasi Patuh Kapuas 2026 direncanakan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Polresta Pontianak mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Pelanggar akan ditindak tegas dengan tilang manual maupun elektronik.
Pengendara di Pontianak harus lebih disiplin selama masa operasi. Polisi memastikan penindakan akan dilakukan secara konsisten, terutama di jalan-jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Gusti Situt Mahmud, dan Jalan Sutan Syahrir.
“Kami tidak ingin sekadar mengejar target tilang. Yang lebih penting adalah menurunkan angka kecelakaan dan korban jiwa,” tambah Kasatlantas.
Operasi ini berlangsung selama beberapa pekan, dengan evaluasi setiap minggu untuk menyesuaikan strategi di lapangan.
Berdasarkan data kepolisian, pelajar dan pekerja muda berusia 15–30 tahun mendominasi angka kecelakaan. Mayoritas insiden terjadi pada pagi hari saat berangkat sekolah atau kerja.
Beberapa titik rawan kecelakaan meliputi simpang empat Jalan Ahmad Yani–Jalan Gajah Mada, perempatan Jalan Sutan Syahrir, dan kawasan Jalan Tanjungpura yang padat kendaraan.