Wali Kota Pontianak Dorong Bakcang Jadi Ikon Kuliner, 1.000 Buah Dibagikan Gratis di Festival 2026

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 17:50:31 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Festival 1000 Bakcang 2026 di Taman Alun Kapuas.

PONTIANAK — Sebanyak 1.000 bakcang dibagikan secara gratis kepada pengunjung Festival 1000 Bakcang 2026 yang digelar di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026). Pembagian massal ini menjadi puncak acara yang sekaligus menandai langkah awal pemerintah kota menjadikan bakcang sebagai ikon kuliner khas Pontianak.

Filosofi Keberagaman dalam Sebungkus Ketan

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara langsung membuka festival tersebut. Menurutnya, bakcang—berisi ayam, daging, dan telur asin yang dibungkus daun bambu—mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat Pontianak yang majemuk.

“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Mengapa Bakcang Bukan Sekadar Jajanan Festival?

Edi menekankan bahwa Pontianak saat ini telah tumbuh menjadi salah satu kota budaya di Indonesia. Penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa, bahkan warga mancanegara. Menurutnya, keberagaman ini harus terus dirawat melalui kegiatan budaya seperti festival kuliner.

“Pontianak sekarang ini merupakan salah satu kota budaya, karena penduduknya terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia, bahkan dari mancanegara,” katanya.

Ia juga menyebut Sungai Kapuas sebagai urat nadi yang menghidupi perjalanan kota. Karena itu, setiap kegiatan budaya yang tumbuh di bantaran sungai tersebut harus dikolaborasikan agar berdampak positif bagi keharmonisan dan toleransi warga.

Target: Bakcang Tersedia Setiap Hari, Bukan Cuma Saat Festival

Edi mendorong agar bakcang tidak hanya hadir saat perayaan tahunan. Ia membayangkan makanan ini bisa menjadi pilihan kuliner harian yang dicari wisatawan dan tamu dari luar daerah.

“Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ungkapnya.

Pontianak selama ini dikenal sebagai kota kuliner. Banyak wisatawan yang kembali datang ke Pontianak karena rindu dengan cita rasa makanan khasnya yang beragam. Festival 1000 Bakcang diharapkan menjadi ruang promosi kuliner sekaligus ekonomi kreatif yang memberi manfaat langsung bagi pelaku UMKM setempat.

Potensi Ekonomi di Balik Seporsi Bakcang

Menurut Edi, festival ini juga menjadi ajang menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM kuliner. Dengan menjadikan bakcang sebagai ikon, ia optimistis produk ini bisa berkembang menjadi oleh-oleh wajib bagi pendatang.

“Ini yang perlu kita tingkatkan di tengah keberagaman jenis makanan yang ada di Kota Pontianak,” katanya menutup sambutan.

Pemerintah kota berencana memasukkan bakcang dalam promosi pariwisata daerah dan mendorong pelaku usaha kecil untuk memproduksinya secara konsisten sepanjang tahun.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top