KALIMANTAN BARAT — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup di Hambalang, Bogor, kemarin, dengan dua tokoh kunci sepak bola nasional: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan Menpora Erick Thohir. Pembahasan utama menyangkut peta jalan jangka panjang untuk membawa Garuda berlaga di Piala Dunia, termasuk percepatan proses naturalisasi pemain yang tengah menunggu persetujuan DPR.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang turut mendampingi Presiden mengisyaratkan bahwa restu DPR untuk dua pemain naturalisasi baru menjadi salah satu agenda penting. "Kemungkinan pasti seperti itu dan termasuk rencana-rencana ke depan," ujarnya usai pertemuan.
Menurut Prasetyo, jika Indonesia serius ingin mewujudkan mimpi tampil di panggung sepak bola dunia, persiapan tidak bisa dilakukan secara instan. Perbaikan kompetisi nasional menjadi fondasi yang harus segera dibenahi. "Dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Umum PSSI, tentunya memperbaiki iklim kompetisi kita untuk bisa menghasilkan tim nasional yang hebat, yang tangguh, yang penuh semangat untuk bisa mewujudkan seluruh mimpi rakyat Indonesia," tegas Prasetyo.
Di luar urusan teknis sepak bola, Istana Negara menyoroti fenomena demam Piala Dunia 2026 yang ternyata berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Meski Timnas Indonesia belum berhasil lolos ke turnamen empat tahunan ini, antusiasme warga tetap tinggi.
"Kita monitor juga di beberapa daerah banyak inisiatif nobar-nobar yang dilakukan oleh Pemerintah daerah maupun swasta," kata Prasetyo. Ia menilai kegiatan nobar bukan sekadar hiburan, melainkan telah menjadi katalis aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput. Mulai dari pedagang kaki lima, penjual makanan ringan, hingga penyedia peralatan nonton, semuanya kebagian berkah.
Prasetyo menambahkan, "Saya kira ini juga sesuatu yang sangat positif dan sangat bagus. Kita berharap itu menumbuhkan kegiatan ekonomi riil di masyarakat."
Ke depan, pemerintah dan PSSI akan fokus pada agenda internasional seperti FIFA Series tahun depan yang dinilai sebagai batu loncatan strategis. Persiapan matang sejak dini, termasuk peningkatan kualitas liga, disebut-sebut sebagai kunci agar mimpi besar masyarakat Indonesia untuk melihat Timnas berlaga di Piala Dunia bukan lagi sekadar angan.
Pertemuan di Hambalang ini menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo turun tangan langsung untuk memastikan pembinaan sepak bola nasional berjalan berkelanjutan, sejalan dengan upaya menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan di tengah euforia Piala Dunia 2026.