BKSDA Kalbar Evakuasi Induk dan Anak Orangutan di Ketapang, Terpapar Asap Karhutla dan Kehilangan Habitat

Penulis: Oman Sudirman  •  Sabtu, 05 September 2026 | 13:01:01 WIB
Induk dan anak orangutan dievakuasi tim gabungan dari kawasan perkebunan warga yang berbatasan dengan hutan di Ketapang, Kalimantan Barat.

KETAPANG — Seekor induk orangutan berusia sekitar 20 tahun beserta anaknya yang berjenis kelamin jantan dievakuasi tim gabungan dari kawasan perkebunan warga yang berbatasan dengan sepetak hutan. Keduanya telah terpantau sejak pertengahan Juni 2026 di lokasi tersebut sebelum akhirnya diselamatkan pada Kamis pagi pekan lalu.

Dokter hewan YIARI, drh Komara, mengatakan penyelamatan dilakukan karena habitat yang tersisa semakin terbatas. Kondisi ini memaksa satwa liar untuk bertahan di area yang berdekatan dengan permukiman dan lahan terbakar.

Proses Evakuasi: Pembiusan dan Pemulihan Oksigen

Tim yang tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB langsung melakukan evakuasi dengan melibatkan dokter hewan. Induk orangutan dibius terlebih dahulu sebelum keduanya berhasil diamankan menggunakan jaring.

Pemeriksaan awal tidak menemukan luka fisik maupun luka bakar pada induk orangutan. Setelah diberikan dukungan oksigen selama masa pemulihan dari pengaruh bius, kedua satwa tersebut langsung dibawa ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri.

Anak Orangutan Alami Gangguan Pernapasan Akibat Asap

Kondisi berbeda ditemukan pada anak orangutan yang diperkirakan berusia kurang dari satu tahun. Meski terlihat aktif, tim medis menemukan ingus dan cairan kering di sekitar hidungnya yang diduga kuat berkaitan dengan paparan asap karhutla.

"Secara umum tidak ditemukan luka akibat kebakaran pada induk maupun anak orangutan. Namun, kondisi kesehatan keduanya akan terus dipantau selama berada di pusat penyelamatan dan rehabilitasi," ujar Komara.

Paparan asap dalam waktu tertentu tetap harus diwaspadai karena berpotensi memengaruhi sistem pernapasan orangutan, terutama ketika konsentrasi asap di habitat cukup tinggi.

9 Orangutan Diselamatkan Kurang dari Sebulan

Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting, mengungkapkan bahwa BKSDA Kalbar bersama YIARI telah menyelamatkan sedikitnya sembilan orangutan dalam waktu kurang dari satu bulan. Seluruh satwa tersebut terdampak ancaman karhutla di sejumlah lokasi di Kabupaten Ketapang.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengajak masyarakat untuk segera melaporkan temuan satwa liar yang terdampak karhutla kepada pihaknya. Langkah ini dinilai penting agar satwa dapat segera ditangani dengan aman sebelum kondisinya semakin memburuk.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top