Pencarian

Tagihan Charger Chevrolet Bolt Tembus Rp 6,7 Juta, Pengguna Rental Kena Tarif 31 Kali Lipat

Selasa, 01 September 2026 • 23:37:31 WIB
Tagihan Charger Chevrolet Bolt Tembus Rp 6,7 Juta, Pengguna Rental Kena Tarif 31 Kali Lipat
Tagihan pengisian daya Chevrolet Bolt sewaan mencapai Rp 6,7 juta akibat tarif charger dealer yang diterapkan 31 kali lipat dari tarif normal.

KALIMANTAN BARAT — Stanley Kpenkann menyewa Chevrolet Bolt saat mobil listriknya hampir kehabisan daya. Ia mengaku hanya punya sisa jarak tempuh sekitar 20 menit berkendara. Melalui aplikasi EVgo, ia menemukan stasiun pengisian publik di Elder Hyundai, Macomb Township, Michigan, lalu langsung memulai sesi pengecasan yang berlangsung 44 menit.

Masalahnya, ia tidak melihat tarif yang tertera di layar charger sebelum mencolokkan kabel. Tagihan pun datang mengejutkan: US$ 418 untuk baterai 65 kWh—padahal biaya pengecasan yang wajar untuk Bolt hanya sekitar US$ 30-an. Padahal, total energi yang masuk tidak disebutkan detail, namun nominal tagihan jelas jauh di luar kewajaran.

Tarif US$ 5 per kWh dan US$ 5 per Menit untuk Charger Dealer

Charger yang digunakan Kpenkann berada di jaringan ChargePoint, tetapi aplikasi EVgo memiliki perjanjian roaming yang memungkinkan penggunanya mengakses jaringan lain. Jadi, Kpenkann bisa menemukan dan memakai charger Hyundai itu dari aplikasi EVgo tanpa tahu bahwa terminal tersebut dihargai khusus.

Dealer Hyundai yang bersangkutan kemudian menyatakan charger itu sebenarnya diperuntukkan bagi pelanggan dan kendaraan mereka sendiri. Tarif tinggi dipasang sengaja untuk mencegah penggunaan publik. Ironisnya, terminal tetap tampil di aplikasi publik EVgo seolah-olah bisa dipakai siapa saja.

Refund US$ 405 Setelah Komplain ke EVgo

Kpenkann mengira tagihan itu salah dan menghubungi EVgo. Pihak EVgo awalnya memastikan tagihan benar, tetapi setelah negosiasi yang panjang, perusahaan akhirnya mengembalikan US$ 405 sebagai "goodwill refund"—istilah yang terasa sinis mengingat kesalahan justru ada di sistem informasi yang menyesatkan pengguna.

Sisa US$ 13,27 yang tetap dibayarkan sebenarnya sudah sesuai tarif normal. Artinya, pengguna ini tetap membayar biaya pengecasan yang layak, hanya saja bunga dari kejadian ini adalah waktu yang terbuang untuk komplain dan rasa waswas saat menggunakan aplikasi pengecasan publik.

Pelajaran untuk Pengguna EV di Indonesia

Kasus ini jadi peringatan bahwa tidak semua stasiun pengisian yang muncul di aplikasi memakai tarif seragam. Jaringan publik memang terdaftar, tetapi perjanjian roaming antar platform bisa membuat harga berbeda jauh, terutama bila pemilik lokasi menetapkan tarif khusus.

Sebelum memulai pengecasan pada kendaraan listrik sewaan atau pribadi, periksa dulu harga per kWh di layar charger atau di aplikasi. Mengisi daya saat kondisi hampir kosong di lokasi asing memang mendesak, tetapi 30 detik untuk mengecek tarif bisa mencegah tagihan ratusan dolar.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks