KALIMANTAN BARAT — Xiaomi resmi memamerkan aksesori rumah tangga terbaru untuk kendaraan listrik: lengan robot pengisi daya otomatis. Dalam demonstrasinya, sistem ini mampu menemukan port pengisian daya kendaraan, mencolokkan konektor, hingga mencabutnya kembali tanpa sentuhan manusia. Teknologi ini diposisikan sebagai pelengkap wallbox charger Xiaomi yang sudah ada di pasaran.
Robot Charger vs Ular Mekanis Tesla yang Gagal Meluncur
Konsep pengisian daya otomatis sebenarnya bukan hal baru. Pada 2015, Elon Musk memamerkan prototipe charger berbentuk "ular" yang bisa bergerak sendiri menuju port mobil listrik Tesla. Namun, proyek tersebut mandek dan tak pernah sampai ke tahap komersial. Tesla kemudian beralih ke pengisian daya nirkabel untuk kendaraan masa depannya seperti Cybercab.
Xiaomi justru mengambil jalur berbeda. Alih-alih mengandalkan induksi elektromagnetik, pabrikan asal China ini mempertahankan kabel fisik tetapi mengotomatisasi seluruh prosesnya. Menurut klaim Xiaomi, pendekatan ini menawarkan efisiensi energi lebih tinggi dibandingkan wireless charging.
Efisiensi 95 Persen, Daya Charging Lebih Besar
Perbedaan efisiensi menjadi alasan utama Xiaomi bertahan pada kabel fisik. Sistem pengisian nirkabel umumnya memiliki efisiensi 88-93 persen dalam kondisi ideal karena ada celah udara antara charger dan kendaraan. Sementara itu, pengisian via kabel fisik bisa mencapai 95 persen.
Selain lebih efisien, koneksi fisik juga mendukung daya pengisian yang lebih besar. Standar wireless charging saat ini umumnya terbatas di angka 11 kW. Xiaomi sendiri saat ini sudah menjual wallbox charger varian 7 kW dan 11 kW yang akan menjadi ekosistem pendukung perangkat robot ini.
Ketebalan Hanya 152 mm, Bisa Dipasang di Garasi Sempit
Lengan robot ini memiliki bodi setebal 152 mm, sehingga klaim Xiaomi bisa dipasang di area garasi yang relatif sempit. Sistemnya mengandalkan teknologi pengenalan visual berbasis kecerdasan buatan untuk menemukan posisi port pengisian daya dengan akurasi hingga sub-milimeter.
Robot charger juga bisa berkomunikasi langsung dengan kendaraan untuk membuka dan menutup penutup port secara otomatis. Pemilik mobil dapat memantau serta mengendalikan perangkat dari jarak jauh lewat aplikasi smartphone yang terhubung ke ekosistem rumah pintar Xiaomi.
Belum Ada Harga, Kompetitor Mulai Garap Teknologi Serupa
Xiaomi belum mengumumkan harga resmi aksesori ini. Produk tersebut direncanakan mulai dipasarkan pada kuartal IV 2026 atau sekitar November-Desember tahun depan. Meski masih setahun lagi, konsep serupa sebenarnya sudah mulai diuji coba oleh pabrikan lain di area publik. Hyundai, misalnya, telah menguji robot pengisian daya otomatis di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.