Pencarian

Cadangan Minyak AS Sentuh 290 Juta Barel, Trump Andalkan Impor dari Venezuela

Senin, 31 Agustus 2026 • 10:43:01 WIB
Cadangan Minyak AS Sentuh 290 Juta Barel, Trump Andalkan Impor dari Venezuela
Cadangan minyak strategis AS tercatat 290 juta barel per 21 Agustus, mendekati level terendah sejak 1980-an.

KALIMANTAN BARAT — Data per 21 Agustus menunjukkan Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS hanya menyisakan sekitar 290 juta barel. Angka itu mendekati titik terendah sejak 1980-an, setelah pemerintah AS berulang kali melepas stok untuk merespons gangguan pasokan global dan lonjakan harga bahan bakar, lapor Reuters.

Posisi SPR yang menipis menjadi alasan utama Trump mempercepat pengisian kembali cadangan. "Proses pengisian kembali akan segera dimulai," tulisnya dalam unggahan di Truth Social, Minggu (30/8).

Kesepakatan 25 Tahun dan Target Produksi 1,5 Juta Barel

Minyak Venezuela masuk ke AS bukan tanpa imbalan. Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, menyebut kesepakatan ini berlaku selama 25 tahun—sebuah perjanjian "bersejarah" yang diharapkan menjadi motor pemulihan ekonomi negaranya.

Melalui kerja sama ini, Venezuela menargetkan produksi harian melampaui 1,5 juta barel. Rodriguez bahkan berencana memperluas kemitraan serupa dengan raksasa energi global seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP.

"Tujuan kami adalah melangkah lebih jauh dengan penandatanganan kesepakatan besar lainnya yang melibatkan perusahaan raksasa. Kami ingin menjadi kekuatan energi," ujar Rodriguez dilansir Anadolu Agency.

Hitung-hitungan Pendapatan: USD 209 Miliar untuk Venezuela

Secara konkret, sekitar 19 dolar AS dari setiap barel yang diproduksi dan dijual akan langsung masuk ke kas negara Venezuela. Dengan asumsi harga minyak di kisaran 65 dolar AS per barel, Rodriguez memperkirakan pendapatan negara dari proyek ini bisa mencapai 209,335 miliar dolar AS.

Bagi AS, langkah ini adalah solusi cepat menambah stok cadangan strategis tanpa mengandalkan peningkatan produksi domestik. Namun konsekuensinya, Washington harus menerima pasokan dari Venezuela—negara yang selama ini berada dalam sanksi ekonomi AS.

Implikasi bagi Pasar Minyak Global

Langkah Trump ini berpotensi mengubah peta pasokan minyak global. Masuknya minyak Venezuela secara resmi ke AS memberi ruang bagi pertumbuhan produksi negara tersebut yang sempat terhambat sanksi.

Bagi pelaku pasar, kesepakatan ini juga sinyal bahwa AS serius memperkuat ketahanan energinya. Cadangan strategis menjadi perisai utama jika terjadi gejolak pasokan di masa depan—baik karena konflik geopolitik maupun gangguan teknis di negara produsen utama.

Keputusan Trump untuk mengandalkan Venezuela juga berpotensi mempengaruhi harga minyak global. Jika produksi Venezuela benar-benar naik signifikan, pasokan dunia bertambah dan tekanan harga bisa mereda. Namun hal itu sangat tergantung pada kemampuan Caracas merealisasikan target produksinya.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks