KALIMANTAN BARAT — Venice Film Festival ke-83 resmi bergulir mulai Rabu (2/9) waktu setempat. Ajang film tertua di dunia ini langsung dibuka dengan penayangan perdana "Ink", film terbaru dari sutradara peraih Oscar, Danny Boyle.
Film yang dibintangi Jack O'Connell, Guy Pearce, dan Claire Foy ini menjadi pembuka rangkaian festival yang akan berlangsung selama sepekan lebih di Pulau Lido, Italia. Tahun ini, Venice menghadirkan 21 film dalam kompetisi utama yang diprediksi menjadi ajang pemburu piala musim penghargaan.
Persaingan Ketat di Kompetisi Utama
Jajaran kompetisi utama tahun ini diisi para sineas papan atas. Florian Zeller kembali dengan "Bunker" yang mempertemukan pasangan suami-istri asli, Javier Bardem dan Penélope Cruz. Martin McDonagh juga siap bersaing lewat "Wild Horse Nine", begitu juga dengan Casey Affleck melalui "Company" yang dibintangi Nick Nolte dan Ben Mendelsohn.
Nama-nama seperti Lee Chang-dong ("Possible Love"), Werner Herzog ("Bucking Fastard"), serta Andrea Pallaoro ("The Echo Chamber") turut mewarnai persaingan. Film "Primetime" arahan Lance Oppenheim juga masuk daftar kompetisi utama.
Danny Boyle Buka Festival dengan Sentuhan London 1969
"Ink" sendiri membawa penonton ke London tahun 1969. Boyle disebut-sebut sebagai sutradara yang tepat untuk menghidupkan dunia tersebut berkat gaya visualnya yang khas dan energik.
Selain Boyle, Venice tahun ini juga kedatangan karya anyar dari Luca Guadagnino, Paul Schrader, dan Wim Wenders. Paul Schrader, misalnya, mempersembahkan film berjudul yang menampilkan Jack Huston dan Sofia Boutella dalam sebuah studi karakter introspektif khas dirinya.
Dokumenter dan Kejutan di Luar Kompetisi
Di luar kompetisi utama, Venice 2026 menyimpan sejumlah daya tarik. Laura Poitras merilis film pendek tentang protes imigrasi di Minnesota, sementara Dylan Southern dan Will Lovelace menghadirkan dokumenter tentang comeback band rock Oasis.
Salah satu kejutan datang dari film "Venice Open" arahan Barthélémy Grossmann yang mempertemukan Kiefer Sutherland dan Al Pacino. Deadline menyebut penampilan Pacino sebagai satu-satunya elemen yang tidak berlebihan dalam film yang digambarkan sebagai "fenomena rock 'n' roll paling berani" di Lido tahun ini.
Dengan minimnya film dari studio besar, Venice 2026 justru menjadi panggung bagi karya-karya independen dan auteur. Ajang ini kembali menegaskan posisinya sebagai barometer awal perburuan penghargaan menuju musim awards season tahun depan.