Pencarian

Gratispol Jadi Fondasi Kolaborasi Strategis Pemprov Kalimantan Timur dan Untag Samarinda Tingkatkan SDM Unggul Daerah

Kamis, 15 Januari 2026 • 15:38:58 WIB
Gratispol Jadi Fondasi Kolaborasi Strategis Pemprov Kalimantan Timur dan Untag Samarinda Tingkatkan SDM Unggul Daerah

JAKARTA - Peningkatan kualitas sumber daya manusia kini menjadi fokus utama pembangunan daerah di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang dunia pendidikan sebagai mitra strategis untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat. Salah satu bentuk nyata dari sinergi ini adalah kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kolaborasi dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di daerah melalui program Gratispol. Program ini diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan merata.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Sri Wahyuni menyampaikan hal tersebut di Samarinda, Rabu, saat menghadiri Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Untag Samarinda Periode 2026–2029. Momentum ini dinilai tepat untuk menegaskan komitmen bersama antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Pengawasan Ketat Agar Bantuan Tepat Sasaran

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menekankan bahwa program pendidikan gratis tidak boleh disalahartikan sebagai fasilitas tanpa tanggung jawab. Mahasiswa penerima bantuan justru dituntut untuk menunjukkan prestasi dan kedisiplinan.

“Kami tidak ingin bantuan pendidikan gratis ini membuat mahasiswa terlena. Pemerintah provinsi bersama pihak kampus harus melakukan supervisi ketat agar mahasiswa penerima bantuan benar-benar memanfaatkan peluang ini untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan berprestasi,” tegas Sri Wahyuni.

Menurutnya, pengawasan menjadi kunci agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Pemerintah dan kampus memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bantuan tersebut menghasilkan lulusan berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa tata kelola kampus yang akuntabel menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Gratispol. Standar layanan pendidikan harus terus ditingkatkan seiring dengan besarnya investasi daerah di sektor pendidikan.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu membangun budaya akademik yang sehat. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk lulus, tetapi juga memiliki daya saing dan karakter kuat.

Gratispol Sebagai Solusi Akses Pendidikan

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa program Gratispol telah berjalan sejak tahun 2025. Program ini hadir sebagai solusi konkret Pemprov Kaltim dalam menghapus hambatan ekonomi di dunia pendidikan.

Gratispol mencakup pembiayaan penuh bagi mahasiswa jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Skema ini dirancang untuk memastikan tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal karena keterbatasan biaya.

“Melalui Gratispol, kami membuka akses seluas-luasnya. Ini bukan sekadar wacana, tapi program nyata untuk mempersiapkan Generasi Emas Kalimantan Timur yang kompetitif. Kampus adalah mitra strategis kami dalam memastikan manfaat program ini dirasakan secara optimal oleh mahasiswa,” tambahnya.

Program ini tidak hanya menyasar kuantitas mahasiswa. Pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada kualitas lulusan yang dihasilkan.

Sri Wahyuni menegaskan bahwa bantuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang daerah. Oleh karena itu, hasil dari investasi tersebut harus dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Kesungguhan dalam belajar menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Masa depan Kalimantan Timur sedang dipersiapkan di sini. Balaslah investasi ini dengan kesungguhan belajar dan integritas yang tinggi,” pesannya.

Untag Samarinda Siap Berinovasi Hadapi Tantangan Global

Rektor Untag Samarinda terpilih periode 2026–2029, Dr. Zuhdi Yahya, menyambut baik sinergi yang terbangun dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia menilai kolaborasi ini sebagai peluang besar bagi pengembangan institusi dan mahasiswa.

Di bawah kepemimpinannya, Untag Samarinda berkomitmen untuk melakukan inovasi berkelanjutan. Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam menjawab tantangan zaman.

“Jabatan ini adalah amanah moral dan intelektual. Kita harus bergerak cepat di tengah perubahan global. Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, peran Untag menjadi semakin krusial sebagai pusat pengembangan SDM unggul yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan tata kelola cerdas,” ujar Zuhdi.

Ia menekankan bahwa era Society 5.0 menuntut perguruan tinggi untuk adaptif. Inovasi dalam pembelajaran dan tata kelola kampus menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Kehadiran IKN di Kalimantan Timur juga membuka peluang besar bagi perguruan tinggi lokal. Untag Samarinda diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam menyiapkan tenaga profesional.

Zuhdi menyatakan bahwa Untag akan memperkuat riset dan pengabdian masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam pengembangan tersebut.

Komitmen Bersama Mencetak SDM Unggul

Acara pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Untag Samarinda berlangsung khidmat. Penandatanganan berita acara menjadi simbol dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembekalan kepemimpinan. Materi disampaikan oleh Ketua Umum Aptisi Pusat, Dr. M. Budi Djatmiko.

Pembekalan ini bertujuan memberikan wawasan strategis bagi jajaran rektorat baru. Fokus utamanya adalah peningkatan mutu pendidikan tinggi di Kalimantan Timur.

Sri Wahyuni menilai pembekalan tersebut relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Kepemimpinan yang visioner dibutuhkan untuk mengelola perguruan tinggi di era perubahan cepat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap Untag Samarinda dapat menjadi contoh kampus mitra yang sukses mengelola program Gratispol. Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi di perguruan tinggi lain.

Kolaborasi antara pemerintah dan kampus tidak berhenti pada pembiayaan pendidikan. Pendampingan, pengawasan, dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui sinergi ini, Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya membangun manusia unggul. Pendidikan dipandang sebagai jalan utama menuju kesejahteraan daerah.

Program Gratispol diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan pendidikan di Kalimantan Timur. Dengan kerja sama yang solid, target mencetak generasi berprestasi diyakini dapat tercapai.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks