Kalbar Perketat Pengawasan Kesehatan 1.857 Jamaah Haji, Antisipasi Penyakit Menular dari Arab Saudi

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 19:18:01 WIB
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan ketat terhadap jamaah haji Kalbar di Asrama Haji Pontianak.

PONTIANAK — Pengawasan kesehatan terhadap ribuan jamaah haji asal Kalimantan Barat diperketat. BKK Kelas I Pontianak bersama Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar serta pemangku kepentingan terkait telah menggelar rapat koordinasi pelayanan kekarantinaan di pintu masuk negara dan wilayah.

Mengapa Pengawasan Kesehatan Jamaah Haji Diperketat?

Kepala BKK Kelas I Pontianak, Mokhamad Zainul Mukhorobin, menegaskan bahwa pengawasan ini menjadi langkah krusial. Pasalnya, ibadah haji mempertemukan jutaan orang dari berbagai negara, meningkatkan potensi paparan penyakit menular yang bisa terbawa pulang ke daerah asal.

"Pengawasan kesehatan terhadap jamaah haji harus dilakukan secara maksimal untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit ke daerah," ujar Mokhamad Zainul Mukhorobin di Pontianak, Sabtu.

Jumlah Jamaah Haji Kalbar 2026 dan Kendala di Lapangan

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, H. Kamaludin, merinci bahwa dari total 1.857 jamaah, tiga orang batal berangkat karena berbagai alasan. Sementara itu, tiga orang lainnya meninggal dunia selama proses penyelenggaraan ibadah haji.

Kamaludin menekankan pentingnya penguatan proses istithaah kesehatan atau kemampuan kesehatan calon jamaah sebelum keberangkatan. Ia meminta seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan agar jamaah benar-benar siap secara fisik.

"Kita harus memberikan perhatian serius terhadap kesehatan jamaah. Satu jiwa sangat berharga," katanya.

Langkah Konkret BKK dan Dukungan Lintas Sektor

Kamaludin mengapresiasi BKK Kelas I Pontianak yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari pemeriksaan lingkungan Asrama Haji Pontianak, pemasangan jerat hama, penyemprotan disinfektan, hingga pelaksanaan fogging menjelang kepulangan jamaah.

Rapat koordinasi dihadiri perwakilan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, RSUD dr. Soedarso, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Supadio, maskapai Lion Air, Perum Damri, dan pengelola Asrama Haji Kalbar. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kalbar dan jajaran BKK Pontianak.

Melalui penguatan koordinasi ini, seluruh pihak berkomitmen memastikan proses debarkasi berjalan aman dan pelayanan kekarantinaan terhadap jamaah haji dapat dilaksanakan secara optimal.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top