BENGKAYANG — Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat kerap menghadapi tantangan unik dalam urusan administrasi kependudukan. Mulai dari warga yang berpindah domisili lintas negara secara informal hingga pemilih baru yang belum tercatat. Menyadari kerentanan itu, KPU Bengkayang memutuskan untuk tidak sekadar menunggu laporan dari desa.
Dua Kecamatan yang Jadi Prioritas
KPU memfokuskan kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di Kecamatan Jagoi Babang dan Dusun Sebujit, Kecamatan Siding. Kedua wilayah ini dinilai memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Bengkayang.
"Wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan negara yang harus mendapatkan pelayanan kepemiluan yang sama," kata Ketua KPU Kabupaten Bengkayang Heribertus di Bengkayang, Sabtu.
Data Dicocokkan Langsung ke Warga
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Bengkayang, Mujidi, menjelaskan bahwa petugas tidak hanya mengandalkan data lama. Mereka turun ke lapangan untuk mencocokkan kondisi riil dengan data yang dimiliki KPU.
"Melalui kegiatan ini kami memastikan setiap perubahan data pemilih dapat terakomodasi dengan baik, mulai dari pemilih baru yang telah berusia 17 tahun, perubahan status kependudukan, hingga pemilih yang pindah domisili atau meninggal dunia," ujar Mujidi.
Petugas berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Pendekatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi agar warga lebih peduli terhadap dokumen kependudukan mereka.
Mengapa Akurasi Data Pemilih di Perbatasan Krusial?
Bengkayang memiliki garis perbatasan darat yang panjang dengan Malaysia. Mobilitas warga yang tinggi, termasuk mereka yang bekerja di sektor perkebunan dan perdagangan lintas batas, kerap membuat data kependudukan cepat usang. Jika tidak dimutakhirkan secara berkala, ribuan warga bisa kehilangan hak pilihnya pada Pemilu 2029 mendatang.
Heribertus menegaskan, keberhasilan pemutakhiran data tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. "Kami butuh dukungan masyarakat agar setiap perubahan data kependudukan dapat segera dilaporkan," katanya.
Target: Daftar Pemilih yang Valid dan Berintegritas
Mujidi berharap pelaksanaan Coktas PDPB di Jagoi Babang dan Sebujit bisa meningkatkan kualitas daftar pemilih. Data yang akurat menjadi fondasi penyelenggaraan pemilu yang demokratis, inklusif, dan berintegritas.
KPU Bengkayang berkomitmen menghadirkan layanan kepemiluan hingga ke daerah terluar. Tidak ada warga yang boleh terlewat hanya karena tinggal di pinggir negara.