32 Tahun Mengabdi untuk Kalbar, Sekda Harrison Resmi Purna Tugas dan Pamit ke Gubernur Ria Norsan

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 01 September 2026 | 13:17:02 WIB
Sekda Kalbar Harrison resmi memasuki masa purna tugas setelah 32 tahun mengabdi, Senin (31/8/2025).

PONTIANAK — Perjalanan karier Harrison di pemerintahan dimulai dari posisi paling bawah sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dokter di daerah. Dari sana, ia merangkak naik menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, lalu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, hingga dipercaya memimpin birokrasi sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar. Puncak kariernya tercatat ketika ia menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat selama kurang lebih dua tahun.

Dari PTT Dokter Hingga Pj Gubernur, Jejak Karier Harrison

Jenjang karier yang panjang itu menjadikan Harrison salah satu birokrat paling berpengalaman di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Gubernur Ria Norsan menyebut capaian tersebut sebagai prestasi yang luar biasa, terutama karena Harrison dipercaya memimpin daerah dalam masa transisi.

"Ini prestasi yang luar biasa. Kita ucapkan terima kasih atas pengabdian beliau selama kurang lebih 32 tahun mengabdi kepada bangsa dan negara ini," kata Norsan di Pontianak, Senin.

Menurut Norsan, meskipun Harrison telah memasuki masa purna tugas, pengabdian untuk bangsa dan negara tidak boleh berhenti begitu saja. "Tadi juga saya sampaikan kepada beliau, walaupun sudah purna tugas, tetapi pengabdian kita kepada bangsa dan negara ini tidak putus. Walaupun kita sudah pensiun, tetap mengabdikan diri untuk bangsa dan negara," harapnya.

Tidak Ada Kata Pensiun, Hanya Predikat yang Berubah

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa berakhirnya status sebagai ASN bukan berarti berakhir pula kontribusinya untuk masyarakat. Baginya, masa pensiun hanyalah perubahan status, bukan akhir dari pengabdian.

"Tidak ada kata pensiun, cuma predikat saja yang berubah. Hari ini Pak Sekda berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara dengan jabatan tertinggi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Tempat mengabdi itu banyak. Jadi bukan hanya di ASN, tapi sebagai masyarakat biasa tentu tidak ada pensiun," tegas Krisantus.

Ia juga mendoakan agar Harrison senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga di masa purna tugas. Krisantus bahkan optimistis mantan Sekda Kalbar itu akan sukses dalam karier barunya di luar birokrasi.

"Pasti saya yakin Pak Sekda punya pikiran yang inovatif, kreatif. Mungkin akan terjun ke dunia bisnis. Saya yakin bisa menjadi pengusaha. Saya ingin dan saya doakan Pak Sekda ini jadi pengusaha besar. Amin," ujarnya.

Jabatan Ada Batasnya, Pengabdian Tidak

Harisson mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang selama ini memberikan semangat dan bimbingan dalam menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah. Ia mengakui bahwa momen 31 Agustus menjadi titik akhir perjalanannya sebagai pejabat publik.

"Alhamdulillah, hari ini tanggal 31 Agustus saya mengakhiri jabatan saya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat karena saya memasuki usia pensiun. Jadi, sebagai masyarakat biasa, pensiunan," ucapnya.

Meski tidak lagi menjabat, Harrison berharap silaturahmi yang terjalin selama bertahun-tahun dapat terus terjaga. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan kontribusi bagi Kalimantan Barat dalam kapasitas apa pun.

"Saya berharap silaturahmi kita tetap berjalan. Walaupun saya sudah tidak lagi sebagai Sekda, kita tetap bisa berkomunikasi, tetap bersilaturahmi, dan tetap memberikan kontribusi untuk Kalimantan Barat sesuai dengan kemampuan kita masing-masing," tuturnya.

Baginya, jabatan hanyalah titipan yang memiliki batas waktu. Namun, semangat untuk berbuat bagi masyarakat tidak akan pernah usai.

"Jabatan itu ada waktunya, tetapi pengabdian tidak ada batasnya. Selama kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan, tentu kita tetap bisa berbuat untuk masyarakat dan untuk daerah yang kita cintai," pungkasnya.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: berkatnewstv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top