Warga di sejumlah desa terpencil Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai menikmati akses baru yang lebih aman setelah TNI Angkatan Darat merampungkan pembangunan Jembatan Garuda di beberapa titik. Jembatan yang dibangun Kodim 1209/Bengkayang ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka akses anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi yang selama ini terhambat kondisi jembatan lama yang sudah rapuh.
BENGKAYANG — Tiga desa di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini memiliki jembatan baru yang dibangun personel Kodim 1209/Bengkayang. Satu jembatan lagi di Desa Suka Maju yang menghubungkan dengan Desa Sukabangun dilaporkan hampir selesai dan akan segera dapat digunakan warga.
Kehadiran infrastruktur ini merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Pelaksanaannya di lapangan dikoordinasikan Korem 121/Alambhana Wanawai.
Komandan Kodim 1209/Bengkayang, Letkol Inf Aprianda, mengatakan jenis jembatan yang dibangun disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah. Ada tiga tipe yang dikerjakan, yakni jembatan gantung atau perintis, jembatan Aramco, dan jembatan beton.
Pembangunan yang sudah tuntas dan dapat dimanfaatkan berada di Desa Kendaik, Kecamatan Suti Semarang, dan Desa Tanjung, Kecamatan Teriak. Desa Poteng mendapatkan dua jembatan sekaligus, masing-masing jembatan gantung dan jembatan beton.
"Tujuan utamanya adalah konektivitas, supaya masyarakat dan pelajar yang bersekolah tidak lagi menghadapi kondisi seperti yang selama ini kita lihat," kata Aprianda di Bengkayang, Kamis.
Pola yang diterapkan TNI dalam program ini bukan sekadar memperbaiki jembatan rusak. Menurut Aprianda, pembangunan dilakukan dengan mendirikan struktur baru di sisi jembatan lama yang selama ini dipakai warga.
Jembatan lama yang merupakan aset pemerintah daerah tetap dibiarkan dan masih berfungsi selama kondisinya memungkinkan. Penentuan lokasi pembangunan sendiri mempertimbangkan tingkat kelayakan infrastruktur yang sudah ada.
"Sebagian besar jembatan yang menjadi sasaran pembangunan dinilai sudah tidak layak sehingga membutuhkan infrastruktur baru yang lebih kuat dan kokoh," ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari target besar TNI Angkatan Darat yang akan membangun 5.000 Jembatan Garuda secara nasional. Untuk pembagian jumlah dan penentuan titik di Kalimantan Barat, Aprianda menyebut keputusan berada di tangan Markas Besar TNI Angkatan Darat.
Selain jembatan, Kodim 1209/Bengkayang juga menggarap karya bakti skala besar di wilayah perbatasan. Kegiatan itu mencakup pembangunan 17 titik sumur bor, rehabilitasi sekolah dan rumah ibadah, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Pelaksanaan seluruh program dilakukan bertahap. Kegiatan kini berada pada tahap keenam dan akan berlanjut ke tahap ketujuh, kedelapan, hingga akhir tahun, dengan evaluasi dan target baru setiap 60 hari.