Asrama Haji Pontianak Disiapkan untuk 180 Personel Militer Jepang Bantu Penanganan Karhutla Kalbar

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:42:32 WIB
Asrama Haji Pontianak disiapkan sebagai tempat transit 180 personel militer Jepang yang akan membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalbar menyiapkan Asrama Haji Pontianak sebagai tempat transit 180 personel Japan Ground Self-Defense Force yang akan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Rencananya, personel asing itu mulai menempati asrama pada 10 September 2026 selama sekitar 21 hari.

PONTIANAK — Rencana kedatangan personel militer Jepang ke Kalimantan Barat untuk membantu pemadaman karhutla mulai menemui kepastian logistik. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar menyiapkan Asrama Haji Pontianak sebagai tempat transit 180 personel Japan Ground Self-Defense Force yang dijadwalkan tiba September 2026.

Kepala Kemenhaj Kalbar Kamaludin mengatakan survei kesiapan fasilitas tengah berlangsung, mencakup kamar, aula, hingga lingkungan asrama. Namun ia menegaskan rencana ini masih tentatif karena pihaknya belum menerima surat resmi terkait pelaksanaan misi tersebut.

"Mereka baru melakukan survei kamar, aula, fasilitas pendukung, dan lingkungan asrama. Belum memberikan surat resmi kepada kami, jadi kami masih menganggap ini tentatif," kata Kamaludin di Pontianak, Kamis.

Dukungan Logistik: Tiga Helikopter CH-47 dan Kapal Angkut JS Kunisaki

Berdasarkan informasi sementara, personel Jepang direncanakan mulai memasuki Asrama Haji Pontianak pada 10 September 2026 dan tinggal selama 21 hari. Misi ini akan melibatkan tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force serta kapal angkut JS Kunisaki.

Kemenhaj Kalbar telah meminta pengelola asrama mendata jumlah kamar yang masih tersedia maupun fasilitas yang telah digunakan masyarakat untuk memastikan kesiapan tempat tersebut.

Asrama Haji Pernah Tampung 420 Personel TNI dan Brimob

Penggunaan Asrama Haji Pontianak untuk operasi darurat bukan kali pertama. Sebelumnya, fasilitas ini pernah memfasilitasi 120 personel TNI Angkatan Laut selama delapan hari, 300 personel TNI Angkatan Darat dari Mabes TNI, serta 104 personel Brimob dalam penanganan karhutla.

Kamaludin menegaskan pelayanan utama asrama haji tetap berjalan seperti biasa meskipun fasilitas ini disiapkan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

"Kesiapan Asrama Haji Pontianak tersebut memperkuat fungsi fasilitas itu tidak hanya untuk pelayanan haji dan umrah, tetapi juga sebagai sarana pendukung misi kemanusiaan dalam menghadapi kondisi darurat di Kalimantan Barat," ujarnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top