Nepal Pastikan Tetap Aman untuk Turis, Butuh Dukungan Via Wisata

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 04 September 2026 | 10:13:01 WIB
Menteri Pariwisata Nepal menegaskan jalur pendakian dan destinasi wisata utama tetap beroperasi pascabanjir bandang.

KALIMANTAN BARAT — Pariwisata Nepal tengah berada di garda terdepan untuk membangkitkan kembali perekonomian negara yang berjuluk "Atap Dunia" ini. Setelah banjir bandang dahsyat meluluhlantakkan sejumlah wilayah, pemerintah Nepal justru tidak menutup destinasi, melainkan membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan asing.

Memastikan Nepal Aman Dikunjungi

Menteri Pariwisata Nepal, Khadakraj Paudel, menegaskan bahwa bencana banjir hanya berdampak pada sebagian wilayah Nepal. Sementara itu, jalur pendakian gunung, rute trekking, serta berbagai destinasi wisata utama tetap beroperasi seperti biasa.

"Jalur pendakian gunung dan rute trekking kami masih menanti kedatangan Anda," ujar Paudel seperti dikutip dari The Independent UK.

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi para pendaki yang telah merencanakan ekspedisi ke puncak-puncak tertinggi dunia, termasuk Everest, Annapurna, dan Lhotse. Bandara internasional Tribhuvan di Kathmandu juga dipastikan beroperasi normal melayani penerbangan dari berbagai negara.

Dampak Bencana terhadap Sektor Wisata

Banjir bandang yang menerjang Nepal tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian lebih dari NPR 50 miliar atau setara Rp 5,81 triliun di sektor pariwisata. Paudel melaporkan kepada komite parlemen bahwa bencana ini menghancurkan 142 hotel, 57 restoran, 141 kendaraan yang terkait dengan bisnis pariwisata, serta 27 situs warisan budaya.

Para pelaku usaha pariwisata setempat kini diminta untuk menyerahkan laporan rinci mengenai kerusakan yang mereka alami. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memetakan kebutuhan pemulihan dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

Padahal, sektor pariwisata merupakan sumber pendapatan terbesar ketiga bagi Nepal. Lebih dari satu juta wisatawan asing tercatat mengunjungi negara ini sepanjang tahun 2025. Industri ini menopang mata pencaharian jutaan orang dan menghasilkan pendapatan bernilai miliaran dolar bagi kas negara.

Cara Turis Indonesia Membantu Nepal Bangkit

Bagi traveler Indonesia yang tengah mempertimbangkan liburan ke Nepal, kunjungan Anda kini memiliki makna yang lebih dalam. Paudel menyampaikan bahwa kehadiran wisatawan bukan sekadar liburan biasa, melainkan bentuk dukungan nyata bagi negara yang sedang berjuang menghadapi tragedi banjir bandang yang dahsyat.

"Mohon jangan mencoret Nepal dari daftar perjalanan Anda jika Anda sudah merencanakan kunjungan," katanya.

"Kunjungan Anda akan membantu menjaga kelangsungan industri pariwisata kami. Hal ini akan membantu para pemandu wisata, pengusaha hotel, dan seluruh pekerja yang mata pencahariannya bergantung pada sektor pariwisata," pungkas menteri pariwisata itu.

Bencana banjir ini memang berdampak langsung pada dua sektor penggerak utama ekonomi Nepal, yaitu pariwisata dan pembangkit listrik tenaga air—dua bidang yang telah mendapat investasi besar selama satu dekade terakhir.

Bagi wisatawan Indonesia, musim terbaik berkunjung ke Nepal untuk trekking biasanya berlangsung pada Maret-Mei dan September-November. Meski demikian, kondisi cuaca pascabencana dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terkini mengenai akses jalur pendakian dan kondisi destinasi dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Pariwisata Nepal atau kedutaan besar Nepal di Jakarta sebelum keberangkatan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top