Insan maritim Kalimantan Barat membagikan 5.000 masker dan paket sembako kepada warga Pontianak yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi sosial ini digelar di Taman Alun-Alun Kapuas, Selasa, saat kualitas udara di kota itu mencapai level berbahaya.
PONTIANAK — Aksi kemanusiaan digelar insan maritim Kalimantan Barat di tengah darurat asap yang menyelimuti Pontianak. Sebanyak 5.000 unit masker serta paket sembako berisi minyak goreng, mi instan, air mineral, dan suplemen vitamin dibagikan gratis kepada warga di Taman Alun-Alun Kapuas, Selasa.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto, menyebut kegiatan bertajuk "Insan Maritim Peduli" ini merupakan wujud nyata kepedulian sektor maritim terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat yang terdampak karhutla.
"Aksi kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata insan maritim untuk menjaga kesehatan warga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak," ujar Yanto di Pontianak.
Berdasarkan data IQAir pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI US) Pontianak mencapai 822 dengan status "Berbahaya" (Hazardous). Konsentrasi PM2.5 tercatat 487 µg/m³, jauh di atas ambang batas aman.
Partikel halus PM2.5 berukuran sangat kecil dan mampu menembus jauh ke dalam paru-paru. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan paling berisiko mengalami dampak kesehatan serius.
Layar IQAir juga menampilkan peringatan "Active fire nearby", menandakan adanya titik kebakaran aktif di sekitar wilayah Pontianak.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Pelindo, Polresta Pontianak, KSOP, ALFI/ILFA DPW Kalbar, DPC INSA Pontianak, DPW APBMI Kalbar, serta PT Duta Utama Maritime. Sinergi dengan Pemerintah Kota Pontianak dan aparat setempat turut mendukung jalannya aksi sosial.
Yanto menambahkan bahwa dampak karhutla tidak hanya soal asap, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Tidak kalah penting dengan ini bersama menggugah bahwa semua harus turun tangan karena dampak akibat karhutla adalah bukan hanya soal asap namun aktivitas ekonomi juga banyak terhenti. Sehingga uluran tangan dan kepedulian penting," kata dia.
Angka AQI yang ekstrem mengharuskan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari olahraga di ruang terbuka. Penggunaan masker menjadi keharusan apabila terpaksa keluar rumah.
Nilai AQI dan konsentrasi PM2.5 dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi pergerakan angin, hujan, dan aktivitas kebakaran. Namun kondisi saat ini dinilai sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan warga Pontianak.