PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih membayangi sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Informasi yang diperbarui Jumat (6/11/2026) pukul 08.10 WIB itu mencakup tiga hari berturut-turut, mulai 6 hingga 8 November 2026.
Pada hari pertama, Jumat (6/11/2026), peringatan dini berlaku untuk Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Kota Singkawang. Sebanyak 12 wilayah administratif masuk daftar tersebut.
Dua kabupaten, Kapuas Hulu dan Ketapang, tercatat muncul di seluruh rentang waktu peringatan. Pada Sabtu (7/11/2026), keduanya kembali masuk daftar potensi hujan sedang hingga lebat.
Memasuki Minggu (8/11/2026), cakupan wilayah peringatan kembali meluas. Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang masuk dalam pantauan.
BMKG membagi peringatan dalam tiga tingkat. Kategori waspada menandai potensi hujan sedang hingga lebat, siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat, dan awas bagi potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.
Informasi yang sama mencantumkan sejumlah wilayah berpotensi angin kencang. Untuk periode 6–8 November 2026, tidak ada peringatan dini angin kencang di Kalimantan Barat.
Warga diminta memantau perkembangan cuaca melalui laman resmi kalbar.bmkg.go.id dan akun Instagram @bmkg_kalbar. Pembaruan informasi dilakukan berkala mengikuti perubahan kondisi atmosfer.
Kubu Raya, Mempawah, dan Singkawang termasuk daerah yang beririsan dengan pesisir barat Kalimantan. Sementara Kapuas Hulu, Sintang, dan Sekadau dilintasi sungai besar yang kerap meluap saat hujan intensitas tinggi berlangsung lama.
Peringatan dini ini bersifat prakiraan berbasis kondisi atmosfer terkini. Masyarakat diimbau menyiapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan genangan.