Pencarian

Indosat Bawa Gagasan Heartware Inside the Hardware ke Ideafest 2026

Senin, 07 September 2026 • 11:06:01 WIB
Indosat Bawa Gagasan Heartware Inside the Hardware ke Ideafest 2026
Pengunjung mengamati instalasi seni "Peran-Tara" karya Sarkodit pada Ideafest 2026 di Jakarta.

KALIMANTAN BARAT — Pertanyaan tentang siapa yang seharusnya memegang kendali atas teknologi kian mengemuka seiring makin cerdasnya kecerdasan artifisial (AI). Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencoba menjawabnya lewat gagasan "Heartware Inside the Hardware" yang dihadirkan pada perhelatan Ideafest 2026: Re-Humanize di Jakarta.

Gagasan tersebut diwujudkan dalam instalasi seni berjudul "Peran-Tara" yang merupakan hasil kolaborasi Indosat dengan seniman lokal Sarkodit. Karya ini bukan sekadar pajangan, melainkan medium refleksi atas hubungan antara manusia dan teknologi yang semakin kompleks.

Manusia Tetap Penentu Arah Teknologi

Instalasi "Peran-Tara" sengaja mengambil permainan makna dari kata "peran" dan "tara". Sarkodit menggambarkan manusia sebagai pihak yang menggunakan akal dan kebijaksanaan untuk memilih, menentukan arah, sekaligus memberi makna terhadap teknologi yang diciptakan.

Pesan yang coba disampaikan cukup sederhana: teknologi memang membuka berbagai kemungkinan, tetapi manusialah yang memutuskan ke mana kemungkinan itu akan dibawa. Sarkodit mengatakan, gagasan tersebut menjadi fondasi dirinya dalam menerjemahkan konsep "Heartware Inside the Hardware".

"Ketika Indosat membawa gagasan Heartware Inside the Hardware, saya melihatnya sebagai ajakan untuk kembali melihat teknologi dari sisi manusia," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan, teknologi boleh terus berubah dan semakin canggih, tetapi selalu ada manusia di baliknya yang memiliki ide, membuat pilihan, dan menentukan arah. "Dari situlah Peran-Tara lahir sebagai interpretasi saya terhadap gagasan tersebut," imbuh Sarkodit.

Rekam Jejak Konektivitas dalam Karya Seni

Instalasi "Peran-Tara" tidak hanya berbicara soal AI. Sarkodit turut merekam perjalanan Indosat dari waktu ke waktu, terutama perkembangan konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan dunia hingga membuka berbagai kemungkinan baru lewat teknologi.

Bagi Indosat, kemajuan teknologi seharusnya tidak berhenti pada kemampuan teknis semata. Teknologi, termasuk AI, perlu diterjemahkan menjadi sesuatu yang memberi manfaat konkret dalam kehidupan manusia—baik untuk belajar, bekerja, berkarya, maupun terhubung satu sama lain.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menegaskan bahwa teknologi akan semakin berarti ketika mampu membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia, bukan justru membatasi peran mereka.

Apa yang Ingin Dicapai Indosat?

Kehadiran instalasi ini menjadi penegasan posisi Indosat di tengah gempuran perkembangan AI yang kian masif. Perusahaan telekomunikasi itu berharap pemanfaatan kecerdasan artifisial ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Ideafest 2026 sendiri mengusung tema "Re-Humanize" yang sejalan dengan semangat Indosat untuk menempatkan kembali manusia sebagai subjek utama dalam setiap inovasi teknologi. Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa kecanggihan AI tetaplah alat, bukan pengganti peran manusia dalam menentukan masa depannya sendiri.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks