Pencarian

25 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Batal dan Delay Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penumpang Diarahkan Refund

Selasa, 08 September 2026 • 02:21:31 WIB
25 Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Batal dan Delay Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penumpang Diarahkan Refund
penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari ini, Senin.

Sebanyak 25 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari ini, Senin. Jumlah ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 24 penerbangan, dengan mekanisme pengembalian dana tiket atau refund telah disiapkan maskapai bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan.

PONTIANAK — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau kembali melumpuhkan lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat. Sebanyak 25 penerbangan, baik rute keberangkatan maupun kedatangan dari dan menuju Jakarta, dilaporkan terdampak pada hari ini, Senin.

Angka tersebut naik tipis dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 24 penerbangan terdampak. Branch Communication and CSR Departement Head Bandara Internasional Supadio, M. Joko Wahyudi, mengatakan situasi ini masih terus dievaluasi.

“Untuk hari ini ada 25 penerbangan yang terdampak, baik berangkat maupun datang,” kata Joko di Kubu Raya, Senin.

Maskapai Sediakan Refund di Konter Check-in

Joko menjelaskan, bagi penumpang yang penerbangannya mengalami pembatalan, pihak maskapai telah menginformasikan mekanisme pengembalian dana. Proses refund dapat dilakukan langsung melalui layanan check-in di bandara.

“Untuk pesawat yang cancel, melakukan refund di konter check-in di bandara,” ujarnya.

Pihak bandara menegaskan bahwa seluruh permintaan refund dari penumpang telah diakomodasi. Namun, mekanisme tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan masing-masing maskapai penerbangan.

Jarak Pandang di Supadio Sempat Turun ke 500 Meter

Selain erupsi Gunung Anak Krakatau, penerbangan di Supadio juga diganggu kabut asap. Pada hari yang sama, empat penerbangan terdampak kondisi tersebut, terdiri atas dua keberangkatan dan dua kedatangan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jarak pandang atau visibility di sekitar bandara sempat berada di angka 500 meter. Angka terakhir tercatat sekitar 1.200 meter.

Potensi keterlambatan pun disebut masih fluktuatif. “Untuk delay biasanya pagi sama sore hari, fluktuatif. Tergantung dengan jarak pandang. Efektifnya tergantung kebijakan masing-masing maskapai,” kata Joko.

Bandara Siagakan Layanan Pemulihan dan Tambahan Kursi

Di tengah gangguan tersebut, manajemen bandara menerapkan layanan pemulihan atau service recovery bagi penumpang terdampak. Airport Quality and SMS Departement Head, Yakobus Thomry Toto, mengatakan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan menjadi prioritas utama.

“Artinya, service recovery yang kami berikan pertama terkait dengan pemberitahuan informasi, karena dikondisi seperti ini tentunya pengguna jasa membutuhkan informasi yang lebih update. Kemudian juga menjawab keluhan pelanggan,” katanya.

Bandara juga menyediakan masker dan air minum sesuai kebutuhan penumpang. Koordinasi dilakukan dengan maskapai, pihak kesehatan, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), dan BMKG untuk menangani dampak kondisi penerbangan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan penumpang selama gangguan berlangsung, Bandara Supadio menambah kursi di ruang tunggu serta personel pelayanan. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan sampai kapan dampak erupsi terhadap jadwal penerbangan akan berakhir karena evaluasi masih menunggu perkembangan informasi dari kantor pusat.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks