PONTIANAK — Predikat lima bintang itu menjadi pengakuan atas pengelolaan dan pengembangan Human Capital Management System (HCMS) Bank Kalbar. Sistem tersebut dinilai mampu mendukung kinerja sekaligus pertumbuhan bisnis berkelanjutan bank pembangunan daerah milik Provinsi Kalimantan Barat itu.
Rokidi menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam membangun daya saing dan menjaga keberlanjutan bisnis. Baginya, SDM bukan sekadar bagian dari organisasi.
“Bagi kami, sumber daya manusia bukan sekadar bagian dari organisasi, melainkan kekuatan utama yang menentukan arah dan masa depan Bank Kalbar. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus membangun insan perbankan yang kompeten, berintegritas, dan inovatif, sehingga mampu menghadirkan layanan terbaik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Barat,” ujar Rokidi.
Penghargaan The Most Committed Top Leader on Human Capital 2026 yang diterima Rokidi menunjukkan pentingnya komitmen kepemimpinan dalam mengembangkan potensi dan kualitas SDM di lingkungan perusahaan. Penilaian itu tidak berdiri sendiri dari capaian lima bintang yang diraih institusinya.
Menurut Rokidi, kedua penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Kalbar untuk terus meningkatkan kompetensi pegawai, memperkuat budaya kerja, dan mendorong inovasi pelayanan. Arah pengembangannya menyasar tiga hal sekaligus: keterampilan teknis, integritas, dan kemampuan berinovasi.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar memiliki tanggung jawab memastikan peningkatan kualitas SDM berdampak langsung ke masyarakat. Dampak yang dimaksud mencakup pelayanan kepada nasabah, dukungan terhadap dunia usaha, serta kontribusi bagi pembangunan Kalimantan Barat.
Melalui capaian tersebut, Bank Kalbar menegaskan komitmennya memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas talenta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.