Pencarian

Jarwinn Solar Panel Hadirkan PLTS Hybrid untuk Wilayah 3T, Efisiensi Energi Jadi Target

Kamis, 04 Juni 2026 • 21:25:02 WIB
Jarwinn Solar Panel Hadirkan PLTS Hybrid untuk Wilayah 3T, Efisiensi Energi Jadi Target
Jarwinn Solar Panel memperkenalkan PLTS hybrid untuk meningkatkan pasokan listrik di wilayah 3T.

KALIMANTAN BARAT — Ketimpangan akses energi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, khususnya di kawasan 3T yang kerap kesulitan mendapat pasokan listrik stabil. Jarwinn Solar Panel, perusahaan penyedia solusi energi terbarukan, menawarkan terobosan melalui sistem PLTS hybrid yang dikombinasikan dengan baterai penyimpanan atau BESS.

Mengapa Hybrid Jadi Jawaban untuk Wilayah 3T?

Sistem hybrid ini menggabungkan panel surya dengan baterai sebagai cadangan saat matahari tidak bersinar. Tujuannya sederhana: menjaga pasokan listrik tetap mengalir meski cuaca mendung atau malam hari. Bagi wilayah 3T yang jaringan listrik konvensionalnya masih minim, solusi ini dinilai lebih efisien ketimbang membangun pembangkit diesel yang biaya operasionalnya tinggi.

Jarwinn mengklaim teknologi mereka mampu menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menjadi andalan di daerah terpencil. "Dengan PLTS hybrid, biaya logistik BBM bisa ditekan drastis, dan masyarakat mendapat listrik yang lebih ramah lingkungan," demikian pernyataan manajemen Jarwinn dalam keterangan resminya.

Target Pasar dan Dampak ke Masyarakat

Produk ini menyasar desa-desa di kawasan timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua yang hingga kini masih mengandalkan genset diesel dengan harga listrik per kWh yang jauh lebih mahal. Dengan hadirnya solusi ini, biaya produksi listrik diharapkan turun, sehingga tarif yang dibayar warga pun lebih terjangkau.

Selain untuk rumah tangga, sistem hybrid Jarwinn juga bisa dimanfaatkan untuk fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, dan kantor desa. Penerangan yang stabil di lembaga pendidikan dan kesehatan selama 24 jam menjadi dampak langsung yang bisa dirasakan.

Prospek ke Depan

Pemerintah sendiri tengah mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk mencapai target bauran energi nasional sebesar 23 persen pada 2025. Inisiatif Jarwinn sejalan dengan program tersebut, sekaligus membuka peluang bagi BUMN seperti PLN untuk mengadopsi teknologi hybrid dalam proyek elektrifikasi desa.

Ke depan, persaingan di segmen PLTS hybrid diperkirakan semakin ketat seiring turunnya harga panel surya global. Namun, Jarwinn optimistis keunggulan pada sisi efisiensi dan daya tahan baterai bisa menjadi nilai jual utama di pasar domestik.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks