Pencarian

Perang Air dan 1.000 Bakcang Gratis Meriahkan Festival Bakcang 2026 di Taman Alun Kapuas Pontianak

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:52:01 WIB
Perang Air dan 1.000 Bakcang Gratis Meriahkan Festival Bakcang 2026 di Taman Alun Kapuas Pontianak
Ratusan peserta saling menyiram dalam atraksi perang air Festival Bakcang 2026 di Taman Alun Kapuas Pontianak.

PONTIANAK — Suara tawa dan percikan air memenuhi Taman Alun Kapuas saat ratusan peserta saling menyiram menggunakan pistol air. Atraksi perang air ini menjadi puncak kemeriahan Festival Bakcang 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Pontianak.

Perang Air Jadi Agenda Tahunan, Antusiasme Warga Meningkat

Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP), Hendri Pangestu Lim, mengatakan kegiatan perang air telah menjadi konsep festival sejak tahun lalu. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dan terlihat jauh lebih ramai dibandingkan edisi perdana.

“Kami sudah mencanangkan sejak tahun 2025 bahwa festival berikutnya harus lebih meriah. Ada dukungan dari sembilan organisasi relawan kebencanaan yang ikut membantu memeriahkan acara,” ujarnya.

Menurut Hendri, perang air bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang hadir.

“Di sini tidak ada perbedaan. Semua sama, semua bergembira bersama. Ini bagian dari tradisi dan kebudayaan Tionghoa yang kami laksanakan melalui makan bakcang bersama dan bermain air bersama masyarakat,” katanya.

300 Pistol Air Digunakan Kembali, Warga Simpan Sendiri Perlengkapan

Pada pelaksanaan perdana tahun lalu, panitia menyediakan sekitar 300 pistol air yang dibagikan kepada masyarakat. Sebagian besar perlengkapan tersebut masih digunakan kembali tahun ini karena peserta menyimpannya untuk festival berikutnya.

Melihat antusiasme yang terus meningkat, KBTP berencana menjadikan perang air sebagai agenda tetap dalam Festival Bakcang di Kota Pontianak. Festival ini diharapkan mampu menjadi atraksi budaya unggulan yang menarik wisatawan.

15 Stan UMKM dan Penghargaan untuk Komunitas

Selain atraksi perang air, panitia juga menyediakan sekitar 15 stan UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal. Hendri menyebut festival budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Hendri menerima piagam penghargaan dari Wali Kota Pontianak dan Kepala UPT Museum Kalimantan Barat atas inisiatif pembagian 1.000 bakcang gratis kepada masyarakat. Program sosial ini rutin dilaksanakan setiap perayaan Festival Bakcang.

Rangkaian acara di panggung juga menampilkan berbagai pertunjukan budaya yang disambut antusias oleh pengunjung. Festival yang digelar di Taman Alun Kapuas ini mendapat dukungan dari Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak serta berbagai pihak lainnya.

Bagikan
Sumber: jurnalborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks