LANDAK — Upaya penanganan Karhutla di Dusun Paser belum berakhir. Meski api utama telah padam, jajaran Kodim 1210/Landak bersama Polsek Mandor, personel BKO Yonif TP 542/Arya Tadah, dan masyarakat masih memeriksa area bekas kebakaran untuk memastikan tak ada bara yang bisa menyulut api kembali.
Kegiatan penyisiran ini merupakan bagian dari langkah antisipasi. Sejumlah titik kecil yang masih mengeluarkan asap ditemukan di lapangan, sehingga tim gabungan memperluas jangkauan patroli ke area yang berpotensi menyimpan bara.
Fokus Pendinginan: Perketat Titik Bekas Karat
Peltu Hendri Gunawan, Sertu Aspuri, dan Serda Yusuf dari Koramil 1210-03/Mandor turun langsung ke titik lokasi. Mereka bergabung dengan Kapolsek Mandor Iptu Bernardus Didi Kusnadi beserta dua anggotanya dan warga sekitar.
Penyisiran menyasar area yang masih berpotensi menyimpan bara. Tim gabungan memastikan proses pendinginan berjalan menyeluruh, bukan hanya di permukaan tanah yang terlihat gosong.
Pemicu Kebakaran Berulang Masih Jadi Ancaman
Komandan Kodim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo mengingatkan bahwa hilangnya kobaran api tak berarti penanganan selesai. Ia menegaskan bara-bara kecil yang masih menghasilkan asap wajib dipadamkan tuntas supaya tidak membesar menjadi titik api.
"Api yang terlihat sudah padam bukan berarti penanganan selesai. Bara-bara kecil yang masih mengeluarkan asap harus dipastikan benar-benar padam agar tidak kembali menjadi titik api. Kami terus mengerahkan personel bersama Polri, BKO, dan masyarakat untuk melakukan penyisiran serta pendinginan sampai lokasi dinyatakan aman," tegas Dandim dalam keterangannya.
Sinergi TNI-Polri dan Warga Jadi Kunci
Dandim Doni Prasetyo memberikan apresiasi atas sinergi semua unsur yang terlibat di lokasi. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dan partisipasi warga mempercepat proses pendinginan sekaligus mencegah Karhutla meluas ke area lain.
Kebakaran lahan kerap terjadi di Kalimantan Barat saat musim kemarau. Wilayah gambut yang luas membuat api mudah menyebar di bawah permukaan tanah, sehingga proses pemadaman sering kali membutuhkan waktu berhari-hari meski api di permukaan telah hilang.