Pencarian

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Badan Geologi Catat Empat Kali Gempa Hembusan

Senin, 07 September 2026 • 08:36:31 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Badan Geologi Catat Empat Kali Gempa Hembusan
Badan Geologi mencatat empat kali gempa hembusan dan 44 kali gempa hybrid/fase banyak dalam enam jam terakhir aktivitas Gunung Anak Krakatau.

KALIMANTAN BARAT — Selain itu, seismograf juga merekam 44 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 20-46 milimeter. Aktivitas ini berlangsung setelah erupsi pada Minggu (6/9) malam pukul 20.23 WIB yang terekam dengan amplitudo maksimum 58 milimeter dan durasi 44 detik.

Rekaman Seismograf dan Kondisi Visual Gunung

Badan Geologi melaporkan gunung api tertutup kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati secara visual. Cuaca di sekitar gunung berawan dengan angin lemah hingga sedang mengarah ke barat laut.

Data kegempaan menunjukkan 34 kali gempa low frequency dengan amplitudo 19-45 milimeter, serta 17 kali gempa harmonik dengan amplitudo 24-46 milimeter dan durasi terlama mencapai 387 detik. Tercatat pula satu kali tremor menerus dengan amplitudo dominan 10 milimeter.

Radius Aman dan Imbauan untuk Masyarakat

Badan Geologi mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya frekuensi gempa yang terekam dalam enam jam terakhir.

"Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 5-15 mm, dominan 10 mm. Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulis Badan Geologi melalui akun resmi di platform X.

Erupsi Beruntun dan Potensi Ancaman Tsunami

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9) malam tidak teramati secara visual karena tertutup kabut, namun terekam jelas di seismograf. Ini merupakan bagian dari siklus aktivitas yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul sejarah letusan besar gunung tersebut yang memicu tsunami Selat Sunda pada Desember 2018.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan aktivitas gunung yang berada di perairan Selat Sunda ini. Masyarakat pesisir diimbau tetap waspada terhadap potensi lava, material vulkanik, serta gelombang tinggi yang dapat dipicu oleh aktivitas bawah laut.

Data lengkap aktivitas gunung diperbarui setiap enam jam oleh Badan Geologi untuk memastikan informasi terbaru dapat diakses masyarakat secara cepat. Suhu udara di sekitar gunung tercatat 25,7-26,4 derajat Celsius dengan kelembaban 79-82 persen.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks