KUCHING — Peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam tampil bergantian pada malam pembuka ajang yang mempertemukan pencinta Al-Quran se-Pulau Borneo. Setiap penampilan dinilai dari sisi tajwid, kefasihan bacaan, kualitas suara, dan penguasaan lagu.
Dewan Kompleks Islam Sarawak menjadi lokasi persaingan cabang tilawah pada malam pertama. Panitia membagi sepuluh peserta ke dalam dua kategori, yakni lima qari dan lima qariah.
Lima Qari Tampil di Malam Pertama
Lima qari yang mengisi panggung malam pertama adalah Hadi bin Mohd. Sharkawi dari Kuching, Muhammad Azryan Syafiq dari Kalimantan Tengah, dan Rahmadi dari Kalimantan Selatan. Dua peserta lain, Ahmad Suaib dari Kalimantan Barat dan Sulkipli, S.Th.I. dari Kalimantan Utara, melengkapi daftar qari.
Sementara dari cabang qariah, Eza Nurmaiza binti Japarudin mewakili Miri dan Nurhaneyah binti Nordin mewakili Bandar Seri Begawan. Munzalina Abdul Rauf dari Kalimantan Barat, Fasihah binti Arpa dari Kuching, serta Nadita Asyah Fitri dari Kalimantan Timur ikut tampil pada malam yang sama.
Delapan Wilayah Berebut Podium
Peserta yang tampil berasal dari Kuching, Miri, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, serta Bandar Seri Begawan. Kehadiran mereka memperlihatkan semangat bersama mengembangkan seni baca Al-Quran sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di kawasan Borneo.
Bagi peserta dari Kalimantan Barat, ajang ini menjadi panggung lintas negara. Ahmad Suaib dan Munzalina Abdul Rauf tampil mewakili provinsi tersebut di cabang qari dan qariah.
Hadiah Juara Pertama RM20.000
Panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang cabang tilawah. Johan atau juara pertama memperoleh RM20.000, setara sekitar Rp88 juta dengan kurs RM1 sebesar Rp4.400.
Naib Johan atau juara kedua mendapatkan RM14.000 atau sekitar Rp61,6 juta. Juara ketiga memperoleh RM10.000 atau sekitar Rp44 juta, sedangkan peserta yang tidak meraih juara menerima Saguhati sebesar RM3.000 atau sekitar Rp13,2 juta.
Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 masih berlanjut dengan rangkaian penampilan peserta lain. Panitia belum merinci jadwal penentuan juara cabang tilawah.