SINTANG — Operasi Patuh Kapuas 2026 melibatkan 120 personel satuan tugas Polda Kalbar dan 390 personel dari jajaran polres. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala membacakan sambutan Kapolda Kalbar dalam apel gelar pasukan yang menandai dimulainya operasi selama 14 hari tersebut.
Pelaksanaan operasi mencakup pemetaan titik rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan. Penyuluhan serta pendidikan keselamatan berkendara turut disertakan dalam rangkaian kegiatan.
Penindakan Lewat ETLE dan Teguran Simpatik
Penegakan hukum dilakukan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan teguran simpatik. Pendekatan yang dipakai mengedepankan profesionalitas serta cara humanis kepada pengendara.
Bala menegaskan keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah penindakan. Perubahan perilaku masyarakat dalam berkendara disebut menjadi ukuran yang sama penting.
"Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan harus tumbuh dari kesadaran dan kedisiplinan, disertai kerja sama yang baik antara kepolisian dan masyarakat," ujar Bala.
Tiga Kebiasaan Berisiko yang Masih Jadi Sorotan
Tantangan lalu lintas di Kalbar masih berkaitan dengan kebiasaan berkendara berisiko. Tidak memakai helm, melawan arus, serta anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan menjadi persoalan utama.
"Kondisi ini membutuhkan pendekatan melalui edukasi dan penindakan yang proporsional," tuturnya.
Bala menyebut jalan raya harus menjadi ruang publik yang aman bagi seluruh pengguna. Kegiatan pengaturan, patroli, pelayanan, hingga penegakan hukum diminta memberi manfaat nyata dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Catatan Operasi 2025: 6.204 Pelanggaran, 14 Kecelakaan
Pada Operasi Patuh Kapuas 2025, tercatat 6.204 pelanggaran yang terdiri atas 2.235 tilang dan 3.969 teguran. Dalam periode yang sama terjadi 14 kecelakaan dengan 12 korban luka berat dan 13 korban luka ringan.
Tidak ada korban meninggal dunia dalam catatan operasi tahun lalu. Bala meminta kondisi itu dipertahankan pada penyelenggaraan 2026.
"Tidak adanya korban meninggal dunia patut dipertahankan. Namun, korban luka yang masih terjadi menunjukkan bahwa kewaspadaan dan kedisiplinan pengendara tetap harus diperbaiki," ungkap Bala.