Pencarian

AISI Dorong Motor ICE Makin Irit, BBM Etanol E5-E50 Masuk Peta Jalan

Rabu, 04 November 2026 • 10:21:31 WIB
AISI Dorong Motor ICE Makin Irit, BBM Etanol E5-E50 Masuk Peta Jalan
Ketua Bidang Komersial AISI Yosef Utama menyampaikan strategi multiteknologi industri sepeda motor nasional di Jakarta.

KALIMANTAN BARAT — Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menempatkan biofuel etanol sebagai bagian dari strategi multiteknologi industri roda dua nasional, berdampingan dengan motor listrik berbasis baterai. Pendekatan ini menyasar mesin pembakaran dalam yang terus dipacu lebih irit bahan bakar, bukan menggantikannya. Kontribusi motor listrik saat ini baru sekitar 1-2 persen dari total pasar.

Ketua Bidang Komersial AISI Yosef Utama menyatakan solusi mobilitas masyarakat Indonesia tidak bisa bergantung pada satu jenis teknologi saja. Pihaknya menilai pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti biofuel dapat melengkapi pilihan energi yang sudah ada untuk sepeda motor.

Mesin ICE Dipacu Lebih Irit Lewat Fuel Efficiency Technology

Dalam kerangka multiteknologi, AISI menempatkan mesin pembakaran dalam sebagai lini pertama yang terus dikembangkan. Fokusnya adalah peningkatan efisiensi bahan bakar atau fuel efficiency technology pada motor ICE yang dijual di pasar domestik.

Lini kedua adalah teknologi biofuel. AISI menyebut jenjang campuran etanol mulai dari E5, E10, E20, hingga E50 sebagai arah yang akan melengkapi peta jalan bahan bakar sepeda motor nasional.

"Iya, kita yakini bahwa solusi mobilitas itu bukan cuma satu ya, kita sebut multiteknologi. Di situ ada motor ICE yang terus-menerus makin irit ya, makin kita sebut fuel efficiency technology. Kemudian yang nomor dua, teknologi-teknologi seperti biofuel. Kalau ada etanol E5, E10, E20, E50 gitu ya nantinya ke sana, juga akan melengkapi juga," ujar Yosef di Jakarta, pekan lalu.

Motor Listrik Baru 1-2 Persen, tapi Segmen Diyakini Tumbuh

AISI tetap memandang motor listrik berbasis baterai sebagai bagian dari pengembangan industri roda dua nasional. Pabrikan dinilai perlu terus menyesuaikan teknologi kendaraan listrik agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Meski begitu, Yosef mengakui kontribusi motor listrik saat ini masih relatif kecil dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Angkanya diperkirakan baru menyentuh 1 sampai 2 persen dari total pasar.

"Saat ini mungkin kalau kita hitung sekitar 1 sampai 2 persen saja kontribusi EV. Tapi kita yakinin segmen ini akan terus bertumbuh ketika dia mampu menyentuh solusi mobilitas dari konsumen," kata Yosef.

Honda dan Suzuki Sudah Klaim Kompatibel E10

Yosef tidak merinci pabrikan mana saja yang telah menyiapkan produk untuk bahan bakar campuran etanol. Namun dua pemain besar pasar sepeda motor Indonesia, Honda dan Suzuki, pernah menyatakan produk mereka cocok menggunakan bensin dengan campuran etanol 10 persen atau E10.

Astra Honda Motor (AHM) mengklaim seluruh produk sepeda motor keluaran terbaru yang dijual di Indonesia sudah kompatibel dengan E10 tanpa perlu penyesuaian mesin. Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua menyatakan sepeda motor yang ditawarkan di Indonesia bisa menggunakan BBM mengandung etanol hingga kadar 10 persen.

Yamaha belum mengungkap apakah seluruh motor yang dipasarkan di Tanah Air dapat menggunakan bioetanol atau tidak. Artinya, kesiapan teknis tiap merek terhadap jenjang etanol di atas E10 masih berbeda-beda.

Artinya bagi Konsumen dan Arah Bahan Bakar Nasional

Pernyataan AISI memberi sinyal bahwa motor bensin tidak akan ditinggalkan dalam waktu dekat. Jalur pengembangannya diarahkan ke dua sisi sekaligus: mesin yang makin hemat dan bahan bakar yang makin banyak campuran etanolnya.

Bagi pemilik motor, kesiapan unit terhadap E10 menjadi informasi yang perlu dicek sebelum pemerintah menetapkan campuran etanol lebih tinggi. Pemilik Honda dan Suzuki keluaran terbaru disebut sudah aman untuk E10, sementara pemilik Yamaha masih menunggu kejelasan resmi.

AISI menyatakan komitmen menghadirkan beragam opsi kendaraan yang lebih ramah lingkungan, hemat energi, serta tetap fleksibel menjawab kebutuhan mobilitas harian. Namun belum ada keterangan soal kapan jenjang E20 atau E50 akan berlaku di Indonesia.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks