PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa rumah sakit daerah tidak boleh lagi sekadar menjadi pilihan kedua karena biaya murah. Ia ingin RSUD mampu bersaing dari segi mutu dan kecepatan, bukan hanya dari sisi tarif.
Stigma Pelayanan Lambat Masih Jadi Keluhan Utama
Menurut Norsan, tantangan terbesar yang dihadapi rumah sakit daerah saat ini adalah persepsi publik. Masyarakat masih kerap mengeluhkan lambatnya proses pelayanan, meskipun mereka tetap memilih RSUD karena biayanya lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit swasta.
"Masyarakat sampai hari ini masih mengatakan bahwa rumah sakit daerah pelayanannya lambat. Namun di sisi lain, masyarakat juga menilai rumah sakit daerah lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit swasta," ujarnya di Pontianak, Jumat.
BLUD Jadi Kunci Inovasi Layanan
Norsan menyoroti fleksibilitas yang dimiliki rumah sakit daerah melalui pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ia menilai sistem ini memberi ruang bagi manajemen rumah sakit untuk berinovasi tanpa terbelenggu birokrasi yang kaku.
"Dengan sistem BLUD, rumah sakit memiliki fleksibilitas untuk berinovasi dan meningkatkan fasilitas pelayanan. Tinggal bagaimana manajemen mampu mengelolanya secara efektif agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik dan cepat," kata Norsan.