Pencarian

112 Perwira TNI-Polri Dikreg Seskoal Pelajari Strategi Pemkot Pontianak Tangani Karhutla

Rabu, 02 September 2026 • 14:04:32 WIB
112 Perwira TNI-Polri Dikreg Seskoal Pelajari Strategi Pemkot Pontianak Tangani Karhutla
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memaparkan strategi penanganan karhutla kepada 112 perwira TNI-Polri peserta Dikreg Seskoal di Aula Wali Kota Pontianak.

PONTIANAK — Kegiatan KKDN yang berlangsung di Aula Wali Kota itu menghadirkan paparan langsung dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Perwira Pendamping Dikreg Seskoal 2026, Kolonel Laut Mardiyanto, menyebut rombongan tahun ini tidak hanya berasal dari unsur laut, tetapi juga darat, udara, dan kepolisian.

“Tahun ini, peserta terdiri dari unsur darat, laut, udara, dan Polri,” katanya.

Rinciannya, 100 perwira menengah TNI Angkatan Laut, empat perwira menengah TNI Angkatan Darat, empat perwira menengah TNI Angkatan Udara, dan empat perwira Polri. Kehadiran mereka bukan sekadar studi banding, melainkan bagian dari proses pembelajaran strategis dalam membaca hubungan antara penanganan bencana dan pertahanan negara.

Apa yang Dipelajari Perwira Seskoal dari Pontianak?

Dihadapkan pada kompleksitas ancaman nonmiliter, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa Pontianak memiliki posisi rentan sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat layanan, perdagangan, jasa, pemerintahan, dan simpul transportasi. Karena itu, sistem kesiapsiagaan kota menjadi prasyarat mutlak.

“Ketahanan kota bukan hanya soal kesiapan menghadapi bencana, tetapi bagaimana seluruh layanan dasar tetap berjalan, masyarakat terlindungi, dan pemerintah mampu merespons cepat setiap potensi gangguan,” ujarnya.

Edi memaparkan ancaman yang dihadapi kota tidak lagi sederhana. Selain karhutla dan kabut asap, ada banjir, rob, gangguan objek vital, keamanan siber, disinformasi, hingga rantai pasok logistik yang bisa melumpuhkan layanan dasar seperti air bersih, kesehatan, pendidikan, listrik, dan komunikasi.

Strategi Pemkot: Bukan Sekadar Pemadaman Titik Api

Dalam penanganan karhutla, Pemkot Pontianak menerapkan strategi terpadu yang mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga pemulihan. Upaya di lapangan meliputi patroli wilayah rawan, pemasangan spanduk larangan membakar lahan, edukasi masyarakat, hingga pemadaman titik api.

“Karhutla dan kabut asap ini dampaknya multisektor. Karena itu, responsnya juga harus lintas sektor, tidak bisa hanya mengandalkan satu perangkat daerah,” jelas Edi.

Menurutnya, sistem yang dibangun harus sudah tahu siapa berbuat apa saat ancaman muncul. “Prinsipnya siap, responsif, dan pulih. Ketika ada ancaman, sistem kita harus sudah tahu siapa berbuat apa, sumber daya apa yang digerakkan, dan bagaimana masyarakat dilindungi,” tambahnya.

Karhutla Disikapi sebagai Persoalan Strategis Pertahanan

Dari sudut pandang militer, Kolonel Laut Mardiyanto menegaskan karhutla tidak bisa dilihat sebagai persoalan lingkungan semata. Dampaknya merembet ke kesehatan masyarakat, transportasi, logistik, infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya yang dibutuhkan negara.

“Karhutla harus dilihat sebagai persoalan strategis. Tidak berhenti hanya pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, respons, pemulihan, perlindungan infrastruktur kritis, dan kesinambungan hubungan pertahanan,” katanya.

Mardiyanto berharap KKDN di Pontianak menghasilkan kajian serta rekomendasi yang bermanfaat bagi penguatan ketahanan wilayah. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menghadapi ancaman nonmiliter ke depan.

Follow www.kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks